Jadikan Membaca dan Menulis itu Hobi

“Membaca dan menulis itu adalah cara sederhana, tetapi luar biasa untuk belajar dan berbagi”

            Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari mempunyai cara sendiri-sendiri untuk refreshing atau melepas stress. Ada yang ngegame untuk melepas penat, ada yang bermain catur, bermain pingpong, nonton film, nonton tv, mendengarkan musik, browsing, chatting, jogging, ngemil, baca kitab suci, rekreasi dan lain-lain. Aktivitas-aktivitas untuk melepas penat atau stress, banyak orang menyebutnya hobi, dimana orang melakukannya dengan senang. Ada kondisi dimana saat melakukan hobi itu seperti mengalir dan seringkali tak terasa waktu berputar terlalu cepat.

Tak salah memiliki hobi banyak untuk mengisi waktu-waktu luang atau untuk menggunakan waktu di akhir pekan. Yang terpenting adalah hobi yang dilakukan itu produktif dan waktu yang ada itu tidak sia-sia. Karena hobi itu bisa menambah pengalaman, wawasan, relasi, dan bahkan bisa menghasilkan uang. Saya yakin, seseorang yang mempunyai mimpi-mimpi besar pasti memiliki hobi yang produktif, karena dia tidak akan membuang waktu sia-sia untuk melakukan sesuautu yang tidak bermanfaat. Saya yakin Anda pun begitu.

Pada bab ini, saya akan mengajak Anda untuk melirik dunia baca tulis untuk. Tidak ada salahnya mencoba, mungkin Anda akan mempertimbangkannya untuk dijadikan hobi. Karena dalam duni baca tulis, banyak sesuatu yang menarik. Mungkin bagi Anda yang tidak suka baca tulis, membaca atau menulis itu adalah sesuatu yang membosankan, tetapi perlu Anda tahu, sesuatu yang terasa membosankan itu hanya karena Anda belum tahu manfaat atau sesuatu yang bisa Anda dapatkan. Atau mungkin karena Anda belum pernah mencobanya. Seringkali sesuatu yang terasa sulit atau mustahil bagi kita itu hanya karena kita belum pernah mencobanya.

Hobi Kebanyakan

          Orang biasa-biasa saja biasnya mempunyai hobi yang sama. Bukan hobi dalam hal aktivitas, tetapi ini hobi yang menyebabkan orang tidak bisa bertumbuh. Apa itu? ya benar sekali, hobi beralasan. Banyak orang yang hobi beralasan, alasan untuk menutupi kelemahan-kelemahannya, alasan membenarkan akan kesalahan-kesalahan yang dibuat, alasan untuk tidak memulai, alasalan atas kegagalannya, alasan kenapa menjadi orang biasa-biasa saja, dan segudang alasan lainnya. Itulah hobi kaum mayoritas, hobi memberikan alasan  mengapa sesuatu itu tidak bisa dilakukan. Maka tidak heran mereka yang sukses itu adalah minoritas.

Percayalah, selalu ada cara jika Anda berhenti untuk beralasan. Berhentilah untuk beralasan bahwa sesuatu itu tidak mungkin. Berhentilah berandai-andai, jika punya IQ tinggi, jika lahir di keluarga mampu, jika punya modal, jika punya teman pintar, jika punya relasi banyak dan alasan-alasan lainnya. Alasan-alasan itulah yang menggagalkan Anda.

Penghalang terbesar bagi suatu kesuksesan bukanlah IQ yang tinggi, bukan suatu keahlian khusus, bukan juga modal atau pun kenalan. Pengahalan terbesar bagi suatu kesuksesesan adalah diri Anda sendiri. Andalah yang memproduksi alasan-alasan itu. Andalah yang menciptakan masa depan Anda. Andalah yang memutuskan untuk bertindak atau diam. Orang sukses tidak punya alasan untuk berkata tidak bisa, tidak punya alasan bahwa sesuatu itu tidak mungkin.

Membaca Itu Nikmat

Membaca bukahlah sekedar melek huruf konsonan & vokal kemudian melafalkan kata dan juga kalimat dengan benar. Tetapi membaca mempunyai makna yang lebih dalam daripada itu. Membaca merupakan suatu proses pemahaman melalui tulisan yang memungkinkan untuk mengembangkan diri, membuatu hidup menarik, mengetahui suatu ilmu pengetahuan dan lain-lain. Membaca di sini yang saya maksud adalah membaca buku.

Membaca buku mempunyai banyak sekali manfaat bagi diri kita tetapi bisa juga memberikan dampak negatif apabila salah pemahaman. Karena begitu memberikan berpengaruhnya membaca buku terhadap hidup si pembaca, sampai ada statement,”Masa depan seseorang bisa dilihat dari buku yang dibaca dan dengan siapa ia bergaul”. Negatif atau positif dampak dari membaca buku itu tergantung si pembaca, seperti halnya uang, umur, atau panca indra. Semua itu pada hakekatnya baik.

Jika kita membaca buku tentang kehidupan seseorang, kita seperti hidup dua kali, hidup kita sendiri dan hidup seseorang itu, karena kita tahu bagaimana kehidupan dia. Berarti jika kita membaca 20 buku tentang kehidupan seseorang, maka kita seperti hidup 21 kali. Ibarat hidup manusia itu rata-rata 60 tahun, berarti kita seperti hidup 60×21 = 1260 tahun. Bayangkanlah, begitu luar biasa. Dengan membaca, kita bisa melipatgandakan umur seperti hidup beribu-ribu tahun.

Darimana Anda tahu tentang perjalanan hidup orang-orang terdahulu? Bagaimana Anda bisa tahu tentang ilmu pengetahuan alam? Bagaimana Anda tahu ilmu pengetahuan sosial? Bagaimana Anda belajar? ya, tentunya dengan membaca buku. Buku merupakan jendela dunia. Dengan membaca kita bisa mengetahui banyak hal yang sebelumnya kita tidak tahu. Membaca bisa memberikan wawasan yang luas, bisa berkomunikasi dengan orang-orang hebat, bisa berkomunikasi dengan orang-orang terdahulu dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapat dari membaca.

Cobalah kita sejenak melihat apa yang dilakukan orang-orang besar, orang-orang luar biasa untuk mengisi waktu luangnya. Ulama-ulama dahulu untuk mengisi waktu luangnya adalah membaca dan juga menulis. Soekarno, presiden pertama RI, dari mana beliau bisa mempunyai wawasan luas tetang ilmu sosial, ilmu politik, bahasa, dan lain-lain padahal dia adalah seorang insinyur? ya, dari membaca. Membaca bagi mereka adalah suatu aktivitas yang menyenangkan, menyenangkan karena kualitas hidup mereka bertambah.

Membaca merupakan cara paling sederhana untuk belajar banyak hal. Tetapi kita juga butuh seorang mentor, guru, atau penasehat sesuai ahlinya. Jangan hanya belajar sendiri dengan buku, karena mungkin pemahaman kita kurang pas atau mungkin ada makna yang lebih dalam dari bacaan itu. Mentor atau guru bisa mengarahkan kita sekaligus bisa menunjukkan sesuau yang tidak bisa kita lihat sendiri.

Menulis Itu Mental Orang Sukses

Jika Anda ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak, mungkin cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan menulis. Anda bisa berbagi pengalaman, ilmu atau ide-ide yang bermanfaat bagi orang-orang di seluruh negeri atau bahkan seluruh dunia. Menulis merupakan aktivitas yang sederhana, dari kecil kita diajari menulis, mengarang dan lain-lain, tetapi mempunyai efek postif bagi dikita sendiri dan orang lain tentunya.

Jika Anda menulis pasti Anda akan membaca, tetapi jika Anda membaca belum tentu menulis. Menulis juga memacu diri kita untuk terus belajar, berpengalaman, menambah wawasan, dan terus memaksa diri kita untuk terus mengembangkan diri. Menulis tidaklah menunggu sampai kita sudah benar-benar ahli di suatu bidang kemudian menuliskannya, tetapi menulislah maka Anda akan ahli di suatu bidang. Jika kita menunggu untuk menjadi seorang yang ahli dulu, mungkin tidak akan pernah untuk memulai menulis.

Mengapa orang-orang yang meninggal beberapa abad yang lalu tetapi sampai sekarang namanya masih menggaung sampai sekarang? Sebutlah Bukhori, Ibnu Katsir, dan sederet nama ulama-ulama terdahulu. Sedangkan disisi lain, kita tidak tahu sama sekali nama kakek dari kakek kita. Padahal jarak kematiannya lebih jauh ulama-ulama terdahulu. Ya, karena mereka orang-orang yang masih di ingat oleh generasi selanjutnya adalah mereka dengan berkarya. Kebanyakan dari mereka berkarya melalui tulisan. Tidakkah Anda ingin nama Anda terus di ingat oleh generasi-generasi setelah Anda? Tidakkah Anda ingin di doakan terus oleh orang-orang yang hidup setelah Anda?

“Saya tidak bisa menulis.”  Itu alasan yang banyak disampaikan oleh sebagian besar orang ketika dihadapkan dengan suatu aktivitas yang bernama menulis. Perlu Anda tahu, bahwa ketika lahir, semua orang sama, tidak bisa apa-apa. Betul? Kemudian terjadi pembelajaran yang menjadikan bayi itu tahu. Berarti, untuk menjadi tahu, untuk menjadi bisa diperlukan proses pembelajaran. Seseorang yang tahu atau bisa, tidaklah langsung bisa ketika lahir, atau tiba-tiba bisa. Di situ ada proses pembelajaran.

Anda sering sms? update status facebook? itu merupakan modal yang lebih dari cukup untuk menulis. Berarti Anda sudah  bisa menulis. Anda bisa membaca, itu juga merupakan suatu modal. Maka, mulailah menulis sekarang juga. Jika Anda belum pernah untuk menulis, menulislah. Di situ Anda berproses untuk menjadi bisa. Tidak ada yang tahu betapa luar biasanya Anda sebelum Anda mencobanya. Di perlukan tekad dan keuletan untuk berproses untuk bisa. Jika Anda tanya bagaimana teknik terbaik untuk menulis, maka jawabannya adalah ‘menulis saja’.

Seorang Andrea Hirata, Habiburrahman Al Shihrazy dan sederatan nama orang-orang terkenal dalam bidang kepenulisan, pertamanya juga tidak bisa. Mereka memulai, berproses dan akhirnya bisa menjadi orang-orang luar biasa. Mereka yang hobi menulis bisa hidup dari hobinya itu. Menulis juga bisa menjadi pemancing atau pembuka bagi keberuntungan-keberuntungan yang lain, Anda bisa di kenal masyarakat luas, bisa sebagai sumber penghasilan, alat promosi, bisa sebagai nilai tambah Anda, sebagai amal jariah dan masih banyak lagi keberuntungan-keberuntungan yang akan bisa Anda dapatkan.

Seorang mahasiswa harus membuat karya ilmiah berupa skripsi untuk bisa menjadi seorang Sarjana. Seorang mashasiswa s2 harus membuat karya ilmiah berupa tesis untuk bisa menjadi Master. Seorang mahasiswa s3 harus membuat karya ilmiah berupa desertasi untuk bisa bisa menjadi Doktor. Jika Anda ingin menjadi naik kelas, menulislah. Tidak harus karya ilmiah. Anda bisa menulis apapun, pengalaman Anda, ide-ide Anda, apa yang Anda ketahui atau apapun yang bisa Anda tulis, yang terpenting menulis dan bisa bermanfaat.

This entry was posted in Buku. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s