RSS

Puisi Wisuda, karya Feby

31 Jan
aku berdiri mengenakan toga ini disebuah jalan setapak yang gelap

pandanganku tertuju kepada 2 orang dikejauhan sana
dengan senyuman yang tak asing dimataku
dua orang yang sangat aku hargai,
dua orang yg sangat aku hormati,
aku cintai dan aku sayangi

iya. .
mereka papa dan mama ku

dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah, terlintas dibenakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini

mama yang telah mengandungku selama 9 bulan
mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini
mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

papa yang telah mendidikku
papa yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun

apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka?

sering aku tutup kuping ga mau dengerin nasihat mereka
sering banget aku bohong sama mereka untuk kepuasanku
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku
sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
dan bahkan sering aku mengeluarkan kata kata kasar yang ga pantas mereka dengar dri bibirku
“dasar cerewet, kuno, kolot!”

tapi apakah mereka memendam perasaan dendam terhadapku?
TIDAK! TIDAK SAMA SEKALI!
mereka dapat degan tulus memaafkan kekhilafanku
mereka tetap menyanyangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa2 mereka hingga aku menjadi seprti sekarang ini!

Ya Tuhan betapa durhakanya aku!
tak sadarkah aku bahwa mereka org yg sangat berarti dlm hidupku?

langkah2ku terhenti dihadapan mereka
dan kupandangi papa dan mamaku inci demi inci

badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
rambut yang dulu hitam, kini mulai memutih
dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput

kutatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai meneteskan air mata bahagia
air mata haru, air mata bangga melihat ku memakai toga ini
kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata
“papa, mama, yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah papa dan mama berikan selama ini kepadaku. terimakasih pa, terimakasi ma, aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku.”

About these ads
 
10 Komentar

Posted by pada 31 Januari 2013 in Tafakur

 

10 responses to “Puisi Wisuda, karya Feby

  1. Questyanda aulia

    6 September 2013 at 10:45 am

    Aku merasa berduhaka sama papa mama

     
  2. Anonymous

    4 Oktober 2013 at 11:35 pm

    aku jadi menangis

     
  3. Simmarni Mendrofa

    4 Oktober 2013 at 11:37 pm

    ikutan nangis juga jadinya

     
  4. Silfa Dwi

    30 November 2013 at 9:20 am

    Aku kangen sama ibu ku

     
  5. Anonymous

    1 Februari 2014 at 5:03 pm

    ap jdi ikuan nangis

     
  6. purnama

    3 Februari 2014 at 5:33 am

    Mnurut Q puisi trsbut bagus,mnarik, mengisahkan jln hidup dri kcil hingga skrg, pokok’y wonderful dehhh

     
  7. Anonymous

    18 Februari 2014 at 10:09 pm

    trima kasih feby engkau tlh mxdrkanku

     
  8. Anonymous

    12 Maret 2014 at 4:01 pm

    buat kita sadar apa yg udh kita lakuin ama mamah papah… ampe nangis q dngrine

     
  9. Aq mrasa durhaka ama mama and papa

    2 April 2014 at 3:14 pm

    Rabu 2-4-2014 15.40

     
  10. Aku sadar bahwa jasa jasa mama dan papa itu sungguhlah banyak

    7 April 2014 at 8:43 am

    aku merasa durhaka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 394 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: