Puisi Wisuda, karya Feby

aku berdiri mengenakan toga ini disebuah jalan setapak yang gelap

pandanganku tertuju kepada 2 orang dikejauhan sana
dengan senyuman yang tak asing dimataku
dua orang yang sangat aku hargai,
dua orang yg sangat aku hormati,
aku cintai dan aku sayangi

iya. .
mereka papa dan mama ku

dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah, terlintas dibenakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini

mama yang telah mengandungku selama 9 bulan
mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini
mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

papa yang telah mendidikku
papa yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun

apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka?

sering aku tutup kuping ga mau dengerin nasihat mereka
sering banget aku bohong sama mereka untuk kepuasanku
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku
sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
dan bahkan sering aku mengeluarkan kata kata kasar yang ga pantas mereka dengar dri bibirku
“dasar cerewet, kuno, kolot!”

tapi apakah mereka memendam perasaan dendam terhadapku?
TIDAK! TIDAK SAMA SEKALI!
mereka dapat degan tulus memaafkan kekhilafanku
mereka tetap menyanyangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa2 mereka hingga aku menjadi seprti sekarang ini!

Ya Tuhan betapa durhakanya aku!
tak sadarkah aku bahwa mereka org yg sangat berarti dlm hidupku?

langkah2ku terhenti dihadapan mereka
dan kupandangi papa dan mamaku inci demi inci

badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
rambut yang dulu hitam, kini mulai memutih
dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput

kutatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai meneteskan air mata bahagia
air mata haru, air mata bangga melihat ku memakai toga ini
kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata
“papa, mama, yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah papa dan mama berikan selama ini kepadaku. terimakasih pa, terimakasi ma, aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku.”

26 thoughts on “Puisi Wisuda, karya Feby

  1. Wihh dngerin puisi kkak mrinding bnget,sampe2 bkin yani nangis ;(
    hoby kkak sma kaya yani ska ngarang puisi,puisi kkak yni smpan lho ka !!
    d tnggu puisi baru.a ya ka ?_?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s